Posts

Catatan Keabadian Keluarga Icik

Image
.Perfect. Selamat sore, Pembaca. Sambil menunggu buka puasa, boleh banget lho, baca tulisan spesial saya kali ini.  Sebenarnya, Aku tidak begitu ingat bagaimana awal mulanya aku bisa sedekat ini dengan mereka. Yang aku tahu, saat itu Zainal selaku ketua Leadership Project (LP) Rumah Kepemimpinan memberiku tawaran untuk masuk ke salah satu divisi, yakni Pengurus Inti, tepatnya sebagai sekretaris. Dengan sangat jujur, saat itu aku menolak. Bukan karena apa, tetapi aku sudah cukup mabok menjadi sekretaris. Cukup. Aku jenuh menjadi sekretaris. Akhirnya, aku memutuskan untuk bergabung dengan divisi media saja―dengan asumsi akan ada banyak tulisan semacam live report yang aku bisa bantu membuatnya. Seingatku, dulu aku tidak terlalu kenal dengan Paksi. Aku hanya tau dia anak FK. Itu saja. Apalagi Mumu, karena dia termasuk yang tidak masuk RK sejak awal, aku hanya tahu dia anak PAW, kuliah di Fakultas Teknik. Annisa dan Ulfah, aku tahu mereka dekat. Tapi masa-masa itu aku mema...

Skripsi: Keyakinan dan Kajian yang Rasional

Image
Selamat sahur, Pembaca. Semoga selalu berkah ya! Aamiin. Kali ini, saya akan mencoba menceritakan kembali ilmu yang telah saya dapatkan dari seorang guru besar yang sangat sangat keren sekali, yakni Profesor Heddy. Sebelumnya, saya merasa bersyukur sekali bisa kuliah di UGM. Sebab, banyak kegelisahan yang saya rasakan, tetapi justru kegelisahan-kegelisahan itulah yang membuat saya mencoba untuk mencari jawabannya dan dari sanalah kemudian saya mendapatkan banyak sekali pelajaran. Termasuk pertanyaan, masuk UGM, Islam dan Quran saya dikemanain yah? Secara khusus, saya berterima kasih sekali pada Mas Hanif, yang telah memberi saya informasi mengenai kajian yang sangat keren ini, yakni Kajian Intelektual Profetik. Siapa saja pengisinya? Ooh, mereka semua adalah para cendekiawan muslim yang sangat keren. Ada Prof. Heddy, ada Ustad Hamid Fahmy Zarkasy, ada Ustad Adian Husaini. Eh, jangan salah. Ustad Hamid dan Ustad Adian juga seorang doktor loh. Baiklah, langsung saja masuk ke...

Catatan Rumah Kepemimpinan 15: Menjadi Pasangan Strategis, Kenapa Tidak?

Image
Jangan main-main dengan srikandi ya! IYCS (Indonesia Youth Contribution Summit) menjadi sebuah momen yang tak terlupakan buatku, sebab hampir di setiap sesinya mengandung nasihat seputar pernikahan. Ya, maklumlah, umur-umur sepertiku, bahasan soal pernikahan adalah suatu hal yang sensitif dan cukup membuat mata ‘melek’. Haha. Akan tetapi, dari sekian banyak pemateri yang menyelipkan bahasan soal pernikahan, aku tidak memfokuskan pada kisah pernikahan itu sendiri. Aku lebih berfokus kepada bagaimana memilih pasangan strategis untuk kemudian membina rumah tangga yang strategis pula. Penasaran?*cie                 Pertama, Heni Sri Sundani―Founder Agro Edu Jampang. Seorang perempuan tangguh yang menghabisan masa kuliahnya di Hongkong sambil menjadi seorang TKI. Bukan main kisah perjuangannya, membuatku ingat bahwa setiap apa yang ada pada kita saat ini mestilah disyukuri. Ia bercerita bahwa saat sudah sar...